Multilevel Marketing ( MLM ), sebuah nama yang membuat mayoritas orang yang mendengarnya merasa risi, alergi, bahkan antipati. Tak heran memang, selama ini kita semua melihat MLM dari sudut pandang iklannya yang bombastis, menjanjikan kesuksesan instan dan lainnya, sehingga membuat banyak orang menilai MLM tak jauh beda dari kegiatan tipu menipu.
MLM sebenarnya adalah sebuah sistem pemasaran berjenjang sampai jenjang kedalaman tak terhingga ( multilevel ), dimana kegiatan tidak jauh dari member get member ( mencari downline ). Tentu berbeda dengan bisnis pemasaran biasa yang paling hanya sampai 3-4 jaringan, dari pabrik, distributor utama, retail atau pengecer dan konsumen akhir. Namun tentunya ada perbedaan mendasar dari sistem kerja MLM itu sendiri, yaitu ada MLM Tradisional dan MLM Modern ( Skema Piramida ).
MLM TRADISIONAL
MLM ini mulai dikenal pasca Perang Dunia Kedua, dimana dunia bisnis mulai bergeliat dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi dunia. MLM ini hadir sebagai alternatif tawaran bisnis bagi masyarakat yang ingin memakai sebuah produk sekaligus ikut menjualnya.
Ciri MLM ini biasanya fokus pada penjualan produk dan omset penjualan. Dalam skema MLM Tradisional inilah kemudian dikenal istilah member get member ( mencari dan merekrut downline ) namun digunakan untuk memperluas dan memperdalam jaringan penjualan. Sehingga penjualan tidak berhenti pada konsumen akhir, karena konsumen pun tetap bisa menjual barang ke jaringan di bawahnya.
Dalam hal perekrutan downline MLM ini ada yang tidak mewajibkan sama sekali, ada pula yang sangat mendorong ( tidak sampai mewajibkan ) mitranya untuk merekrut downline. Hanya saja jika anggota / mitra ingin mendapat keuntungan lebih maka dia harus mencari downline.
Demi memberikan keuntungan untuk level mitra / anggota jaringan yang sangat dalam dan panjang hingga tak terhingga maka biasanya produk yang dijual di MLM ini lebih mahal daripada produk sejenis di pasaran secara umum.
Contoh MLM Tradisional adalah HPAI, NASA, Tupperware, Shopie Paris, dan lainnya.
Rata-rata umur MLM Tradisional sangat panjang, karena tidak dikenal istilah kejenuhan jaringan, hal ini disebabkan karena fokus mereka pada penjualan produk, bahkan Tupperware sudah ada sejak tahun 1950 an.
MLM SISTEM MODERN / SKEMA PIRAMIDA
MLM Piramida muncul mulai tahun 1980 an di Amerika Serikat. MLM ini dikenal dengan sistem Piramida karena tipe jaringannya adalah seperti piramida ( segitiga ). Biasanya menggunakan sistem dua kaki ( binari ) dan tiga kaki ( trinari ).
Dalam sistem Piramida maka produk dan omset penjualan tidak terlalu penting, fokus utamanya adalah perekrutan downline. Semua anggota MLM Piramida wajib merekrut downline, baik mereka mewajibkan secara terang-terangan maupun lewat berbagai janji keuntungan besar / reward yang hanya bisa diperoleh dengan cara merekrut downline dengan skema keseimbangan Piramida.
Misalkan ada MLM yang wajib merekrut dua orang kaki, lalu dua orang itu wajib merekrut masing-masing dua orang lagi, terus sampai kedalaman tak terhingga. Jika memperoleh keseimbangan tertentu, misal 100 downline di kaki kiri dan 100 kaki kanan dapat bonus sepeda motor.
Ciri lainnya dari MLM ini adalah iklannya yang sangat bombastis, rata-rata bukan iklan produknya, tapi iming-iming kesuksesan instan yang katanya bisa diraih dalam waktu singkat.
Pamer adalah ciri khas dari model pengiklanan MLM ini, biasanya iklan tawaran bisnis berisi orang-orang yang diklaim sukses menjalankan bisnis ini, ada tukang parkir sukses dapat mobil, ada tukang ojek sukses dapat rumah mewah dan lainnya. Karena dengan cara ini diharapkan mampu merekrut anggota atau downline baru.
MLM Skema Piramida inilah yang dikenal dan membuat sebagian besar orang merasa muak, alergi dan antipati.
Contoh MLM Skema Piramida : Eco Racing, HMS, Paytren, DBS, DNI dan lainnya.
Rata-rata MLM Piramida tidak akan berumur lama, karena akan terjadi kejenuhan jaringan ketika yang bergabung sudah terlalu banyak dan jaringan paling bawah tak mampu lagi merekrut downline baru. Kenjenuhan disebabkan karena MLM ini hanya fokus merekrut jaringan. Sebagai contoh adalah DBS, DNI, Paytren, Tianshi lama, dan lainnya.
PROSPEK BISNIS MLM MENURUT MAJALAH BISNIS KENAMAAN AMERIKA SERIKAT
Salah satu majalah bisnis kenamaan Amerika Serikat mengatakan bahwa prospek bisnis MLM Skema Piramida sangat buruk. Mereka menyampaikan bahwa maksimal hanya 1% saja orang yang sukses menjalankan bisnis MLM Skema Piramida. Jika dibandingkan prospek bisnis biasa ( jualan secara umum ) yang bisa mencapai 40 % - 50 %.
Lalu bagaimana dengan MLM Skema Tradisional ?. Sayangnya majalah ini tidak menyebutkan.
Fakta kenapa MLM Piramida tidak prospek, disebutkan dalam majalah tersebut adalah karena pasti terjadi kejenuhan jaringan, sehingga menyebabkan jaringan bawah yang paling banyak akan mengalami kerugian akibat kegagalan merekrut downline baru akibat jaringan sudah jenuh.
PANDANGAN ISLAM TENTANG MLM
Hampir semua ulama dari berbagai mazhab dan latar belakang mengharamkan MLM, terutama Skema Piramida. Bisa disimak di video-video di bawah ini.
KESIMPULANNYA
Sebaiknya ketika kita diberikan tawaran bisnis maka haruslah teliti dan kritis melihatnya, apakah tawaran bisnis ini rasional atau tidak. Ketika tawaran bisnisnya terlalu bombastis, seolah kesuksesan sangat mudah didapat, sebaiknya kita berpikir seribu kali dan menolaknya.
Akan jauh lebih baik jika kita memikirkan prospek dari suatu tawaran bisnis secara rasional, bukan hanya tergiur iming-iming kesuksesan instan.


Komentar
Posting Komentar